Hujan Bulan Agustus

Pertama

Pada hujan pertama bulan agustus

Aku mengenangmu

Baju yang kau kenakan

Senyum yang kau pasang

Dan seluruh kata yang kau ucap

Ku kenang kau dengan seluruh sadarku

: sebuah pertemuan

 

Pada hujan pertama bulan agustus

Kuputuskan untuk mencintaimu

kupeluk segala harap

kuhirup segala rindu

harap dan rindu yang tumbuh

apakah hanya aku?

 

Kedua

Pada hujan pertama bulan agustus

Kucatat itu sebagai pertemuan terakhir

Tidak banyak kata yang kau ucapkan

Tapi matamu mengatakan segalanya : ‘aku akan pergi’

Dan kau pun pergi

Rindu – rindu itu, berjatuhan semakin deras

Hampir – hampir membuat sesak

 

Ketiga

Pada hujan pertama bulan agustus

Akhirnya kita bertemu

Tidak ada kata rindu

Sedang kau memelukku

Di telingaku, kau bisikkan cinta

Dan kita duduk bersisian

Menatap-menghitung bulir hujan

Menyesap dingin

 

Epilog

Pada hujan pertama bulan agustus

Angkasa menjadi saksi kisah – kasih kau dan aku

Kisah kau, kasih ku

Setiap hujan bulan agustus

Aku jatuh cinta pada mu untuk yang ke-sekian kali