Pilihan dan Dipilih

“Aku juga punya pilihan”

begitulah kurang lebih yang dia katakan. dan tanpa sadar dalam hati aku berdoa : ‘semoga itu aku’

bukankah setiap wanita memang selalu ingin dihargai dan dipilih? terlebih untuk hal yang hanya akan dilakukan satu kali seumur hidup. tetapi, menjadi lain ceritanya ketika akhirnya ia hanya bisa menunggu.

mungkin, perasaan itulah yang sedang kurasa. dan pertanyaanku masih sama sejak setahun yang lalu, mengapa aku harus jatuh cinta di usia 21?

oh Tuhan, betapa urusan ini benar – benar menjadi tidak sederhana. perasaan yang selalu membuncah ketika bertemu, kerinduan dan kenangan yang ada hampir di seluruh penjuru kota, harapan – harapan tentang masa depan, dan pembenaran – pembenaran dari fakta yang dihubung – hubungkan dan dipaksakan. tuhan, betapa rumit semua ini. karena pada akhirnya, aku hanya bisa menunggu dan berharap.

jelas sulit untuk bisa menjadi pilihan bahkan dipilih. karena tidak boleh ada paksaan dan aku punya harga diri. tetapi, bolehkah aku meminta mu kepada-Nya? setidaknya, biarlah Dia yang menggerakkan hatimu kepadaku. karena kutahu, jelas aku tidak akan masuk dalam pilhanmu. lalu, bagaimana aku bisa dipilih?