ada banyak hal yang telah berubah pada abad 21 ini. bahkan dalam 15 tahun terakhir, perkembangan teknologi rasanya melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. sampai – sampai membuat kelelahan semua orang tua untuk dapat bisa menyesuaikan diri dengan anak – anak nya. salah satu sektor yang paling berdampak adalah komunikasi.
awalnya, orang – orang akan merasa takjub dan senang dengan kemampuan teknologi yang dapat mempermudah, meringkas, dan menyederhanakan komunikasi. baik itu antar individu maupun organisasi (perusahaan). seperti hukum newton ketiga, setiap aksi selalu ada reaksi. maka reaksi yang sekarang banyak dilakukan adalah sikap ketergantungan terhadap teknologi itu sendiri. 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan, 30 hari dalam sebulan, sulit sekali rasanya melepaskan manusia dari ponsel genggamnya. ya, sebanyak itu pula mereka menatap layar – layar ponsel itu.
maka sebagai efek dominonya, ilmu komunikasi dan hukum pun harus juga diperbaharui. menyesuaikan zaman katanya. UU ITE dan Cyber Crime, merupakan ketentuan – ketentuan yang baru dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak buruk dari efek domino tersebut. sebenarnya permasalahan ini sudah sampai pada tingkatan yang amat dasar. yaitu tentang norma dan etika yang juga rusak.
kondisi ini tidak hanya menciptakan satu/dua orang penatap layar. tapi satu generasi! tidak peduli dimana, sedang apa, dan bersama siapa, tidak melihat ponsel dalam waktu satu jam saja rasanya ada yang mengganjal. meskipun tidak ada pesan atau informasi baru barang satu kata pun, mereka terus saja me-refresh tampilan layar dalam berbagai akun media sosial, entah apa yang mereka cari atau bahkan mereka coba sembunyikan. generasi ini sepertinya telah kehilangan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri di hadapan orang lain.
akan tetapi, terlepas dari itu semua, aku punya satu hal yang membuatku bersyukur dengan semua hal diatas dan mungkin kita semua. kebiasaan – kebiasaan itu, setidaknya sekali/dua pernah melindungiku dari sesuatu yang aku tidak ingin diketahui. dari balik layarnya, aku dapat menyembunyikan duka di air muka. juga menahan air yang hendak jatuh dari mata. sampai pada saat aku ingin melepaskannya seorang diri.
dari balik ponselku, ada banyak perasaan yang telah kusembunyikan.
