siapa sangka.
bahwa idealisme itu tidak ada gunanya ketika dihadapkan pada ancaman – ancaman manusia kosong yang menghakimi atas nama tuhan. bahwa harga diri itu begitu murahnya untuk ditukar dengan puluhan juta uang yang pasti kan habis. padahal kehormatan yang diberikan itu, jelas tidak akan pernah kembali.
teriakan ‘hidup mahasiswa, hidup rakyat indonesia’ yang baru saja kemarin mereka teriakkan dengan lantang dan penuh perasaan bangga, kini telah sempurna menguap dan mati hanya menjadi kata. tak bermakna, karena tak pernah sampai hati.
maka, ini adalah peristiwa pengkhianatan terbesar yang pernah kusaksikan. bukan lagi kepada sekitarnya, tetapi bahkan pada dirinya dan tuhannya. naluri kebaikannya telah habis tenggelam dengan kekhawatiran tak berdasar. jangankan mengingat bagaimana ia bisa sampai pada titik ini, terhadap janji tuhannya pun ia lupa : bahwa di setiap tindakan, selalu ada ganjarannya.
dan peristiwa ini menyadarkanku bahwa keimanan mereka kepada Allah masih begitu lemahnya. pemimpin – pemimpin kami telah menggadaikan keyakinan dan menjual harga diri dan kehormatannya kepada sesuatu yang bersifat nafsu. maka cukuplah ini menjadi tamparan bahwa kejayaan indonesia itu masih amat terlalu jauh.
surabaya, 13 maret 2018
