Telah kutinggalkan semua kisah kita diantara jejak – jejak langkah yang berderap samar sejak ujung jalan itu.
Sudah pula kutanggalkan semua kasih kita diatas dipan – dipan, dibalik pintu – pintu kamar yang berderit kala kau sebut namaku.
Jiwaku kini hanya tinggal abu, tanggal dari tubuh. Terbakar cinta, terpapar derita.
Kamu. Hanya sebait puisi dari masa lalu.
