Sapa Teakhir

Siapa kira, itulah kali terakhir kau menyapaku. Tidak akan ada lagi senyuman, atau sekadar tatapan mata mu yang selalu hangat memelukku. Bukan lagi jarak. Adalah batas yang tinggi menjulang, luas membentang, berdiri dalam ruang dan waktu.

Sore itu, semesta seperti tengah mempersembahkan pesta perpisahan untuk ku. Hamparan langit merah muda dengan gemericik air jatuh dan angin lalu yang mencipta syahdu. Kita duduk berdampingan. Menikmati pertunjukan alam dengan segala sajiannya. Hingga kau pecah semua kemegahan itu dengan kata selamat tinggal.