Apa mimpimu?
Sesuatu. Tapi aku gabisa mewujudkannya sendiri.
Kenapa?
Karena mimpi itu kudapatkan dari orang lain.
Jadi kamu mencurinya?
Tidak sepenuhnya. Karena itu juga mimpiku sejak lama.
Apa?
Menjadi yang terpenting baginya. Membantu mewujudkan mimpinya.
Dia tahu?
Baru saja aku memberi tahunya.
….
Lalu kupercepat langkahku hingga ku berjalan 2 langkah di depannya. Sedang ia diam tak bersuara. Diujung mataku, aku dapat melihatnya tersenyum.
….
‘Sepertinya dia tidak akan keberatan’ ujarnya sambil mencoba mengiringi langkahku.
Siapa?
Orang itu. Yang kau curi mimpinya.
Aku tidak mencurinya. Dan, hanya itu?
Tidak. Lebih dari itu, yang ia inginkan.
Tidak mungkin.
Kau tidak percaya?
Karena bisa jadi, mimpiku itu bukan hanya milikku. Tapi juga banyak perempuan lain.
Tidak. Tidak begitu.
Kenapa?
Karena aku tidak berbagi mimpi dengan yang lainnya. Hanya dengan kamu. Kamu.
