yang paling sulit itu adalah untuk pura – pura tidak peduli. berpura – pura saja sudah sulit. apalagi untuk tidak peduli. disini, logika dan perasaan benar – benar diadu. antara memenuhi hasrat ingin tahu dan membantu, atau dampak yang mungkin timbul akibat kepedulian itu. antara mengulurkan tangan untuk menggenggam dan memeluk, atau menutup mata, mulut, telinga atau berjalan berlalu. inilah dilema kita. pengembara yang berdiri di persimpangan jalan.
