waktuku sudah hampir tiba. dan tak ada lagi alasan untuk bertahan. sedang segala rencana telah ditangguhkan.
maka inilah waktu yang tepat untuk berhitung mundur
kumulai pada hitungan dua puluh lima. lalu mundur dan berkurang setiap pukul lima sore. sampai suatu saat nanti, satu pun tiba.
sebenarnya, ini adalah kali kedua aku melakukan perjalanan semacam ini. empat setengah tahun yang lalu, aku sudah pernah melakukannya. tapi rasanya sungguhlah berbeda kali ini. berat sekali.
karena telah kuhabiskan sebagian hidupku di seluruh sudut ruang kota. telah kujadikan seluruh kisah sebagai kenangan. bahkan telah kutinggalkan sepotong hatiku pada semua orang yang melintas di sepanjang jalanku. maka bagaimana aku bisa meninggalkan atau mengambil semua begitu saja?
dan inilah aku, yang sedang berhitung mundur dan menyiapkan salam perpisahan terbaik untuk sebagian diriku yang mungkin akan tertinggal di kota ini.
