Sang Pendosa

Tuan, aku datang

Tetapi di muka pintu-Mu, Tuan, aku terdiam

Ada tabir di daun pintu-Mu yang kutau selalu terbuka

Mewujud batas, antara keagungan-Mu dan kesombonganku

Rasa hina-dina diriku Tuan, barulah ia ada saat ku berdiri di pekarangan istana-Mu

Menelanjangiku malu dan tak pantas menemui engkau Tuan

Dosa-dosa yang tak kutahu lagi banyaknya

Doa-doa yang tak juga kuhadapkan langsung pada-Mu

Lama sudah menahan kakiku di sini

Tiga puluh menit sudah berlalu

Tak sedikitpun kulangkahkan kakiku dari sana

Meski hanya untuk bersimpuh dan mengatakan,

Tuan, aku kembali

Aku: Sang pendosa yang tak tahu bagaimana cara berdoa