Tidak ada bulan malam ini. Hanya langit jingga keabuan yang diturunkan awan ke atas kepala kita. Cahayanya berpendar, menyalakan malam hingga ke balik gedung itu.
Didalam pelukanmu, ku dengar kau berbisik di pucuk kepalaku. Terima kasih Tuhan, telah kau sempurnakan malam ku hari ini.
Pada malam yang hening, dari tempat favoritku, kunikmati malam yang dingin bersama perempuan yang paling kusuka, dalam jarak yang paling tiada.
Seperti itulah kita menghabiskan malam itu. Tanpa secangkir kopi, kita simpul bahasa kasih yang paling kuat. Untuk mimpi yang paling hebat.
