Ibukota memang selalu luar biasa
Ia punya pesona yang berbeda dari kota lainnya, hingga selalu menjadi impian bagi banyak orang
Entah sudah berapa kali kumenginjakkan kaki disana
Nyala-nyala lampu gedung di malam hari masih selalu menarik untuk diperhatikan
Jalan-jalan layang yang saling membentang menjadi penghubung antar kota
Tumpang tindih seperti membentuk simpul yang takkan pernah kusut
Kendaraan dipacu di 100 km/jam
Berlari menuju jajaran gedung di sepelemparan batu
Dalam sekejap gedung – gedung tersibak di sisi kanan dan kiri. Kini ku melintas di bawah kaki – kaki nya
Tapi kisah ini akan berbeda pada siang hari
Saat lampu – lampu dipadamkan dan matahari menyala di balik gumpalan awan polusi
Jalan – jalan layang pun berubah bak lahan parkir berkilo – kilo meter panjangnya
Ratusan ribu mobil berbaris, beberapa menyelip
Tak jarang klakson pun dibunyikan untuk saling bertegur sapa
Pada siang hari pula ribuan orang dapat kau temui dalam satu kali jalan
Seperti bercermin diri, mereka bergerak, tapi tak bergairah
Penduduk asli ibukota menyebutnya pendatang
Mereka datang untuk menukar kebahagiaan dengan janji masa depan, yang berjudul kerja keras
