Menuntut Bahagia

Dimanakah kebahagiaan itu bersemayam?

Apakah di kepala? Atau kah di dada?

Dari manakah kebahagiaan itu berasal?

Apakah dalam diri? Atau luar diri?

Bagaimanakah kebahagiaan itu bermula?

Apakah diciptakan? Atau diberikan?

Seringnya kita tersesat dalam perjalanan menemukan bahagia, lalu panik berteriak meminta belas kasihan. Kita lupa, bahwa ia sejatinya selalu ada di dalam diri. Tersembunyi dan terkembang dalam ruang yang paling dasar: jiwa. Maka menunggu dan menuntutnya dari orang lain adalah sebuah ironi.