Peradaban modern telah membuat wanita sedikit lebih bijaksana, namun hal itu telah menciptakan penderitaan yang lebih berat baginya karena ketamakan laki-laki. Wanita masa lalu adalah istri yang bahagia, namun wanita masa kini adalah seorang nyonya yang menderita. Di masa lalu ia berjalan dalam cahaya dengan mata buta, namun sekarang ia berjalan dengan mata nyalang dalam kegelapan. Ia anggun dalam kebodohan, berwibawa dalam kebersahajaan, dan perkasa dalam kelemahannya. Kini ia telah menjadi buruk dalam kelincahan, picik, dan tanpa hati nurani dalam ilmu pengetahuannya. Akan datangkah masanya ketika keanggunan dan pengetahuan, kelincahan dan kewibawaan, serta kelemahan raga dan keperkasaan jiwa, menyatu dalam diri seorang wanita?
Wanita Modern dalam Sayap-Sayap Patah, Kahlil Gibran
