Urung

Mereka bilang saya ini pecundang, hanya karena saya tidak berani untuk menyampaikan. Tapi, bagaimana jika saya merasa cukup meskipun hanya dengan ini?

Bukannya saya tidak menginginkan lebih, justru saya tidak ingin merasakan kurang. Karena jarak yang terlalu dekat, hanya akan menghalangi saya dari menikmati keindahannya. Dan saya masih mau berlama-lama dengan dia. Makanya saya tempatkan dia dalam jarak seperti ini, supaya saya bisa melihat dan menjangkaunya dalam waktu yang lebih lama.

Jadi, biarkan saja saya jatuh cinta pada harapan. Karena dengan begitu, saya bisa melanjutkan kehidupan. Meski kata mereka, semua ini adalah kesia-kesiaan.

Tapi saya tidak peduli. Karena kenyataannya, dia lah alasan saya bangun di pagi hari, dan dia tidak masalah dengan ini. Selagi tetap seperti ini, katanya.

Dulu sekali, saya memang pernah ingin mencoba mengatakan perasaan saya ini. Tapi belum sempat saya berucap apapun, dia lebih dulu berkata, Saya tidak akan berubah jika kamu tidak berusaha merubah. Kita seperti ini terus ya?

Ingin rasanya saya menolak saat itu. Tapi, bagaimana bisa saya tidak menyetujuinya, jika dia masih menjadi alasan saya, dan saya masih tidak tahu dimana saya bisa menemukan yang seperti ini lagi.