Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa saya perlu mencari teman. Selama ini saya kira teman adalah bagian dari takdir yang akan hadir dengan sendirinya. Sampai dia datang dan mengingatkan bahwa itu perlu diupayakan. Dan betul saja, perlahan-lahan perasaan saya menjadi semakin membaik. Tentu bukan karena hidup saya yang menjadi lebih mudah, hanya saja menjadi lebih menyenangkan karena kini ada teman yang satu penanggungan. Saya pun tenggelam dalam kehidupan saya yang baru. Hingga saya mulai merasakan rindu akan kehadirannya. Saat itulah saya baru menyadari, bahwa dia telah pergi dan kita telah memilih jalan yang berlainan arah. Maka, bertemu di tengah tidak akan pernah terjadi jika salah satunya tidak berbesar hati untuk berbalik. Kalaupun ada, itu berarti ia harus bergegas. Karena teman yang tidak cepat dicari hanya akan meninggalkan ruang dengan jarak yang semakin besar. Sekali lagi, mencari teman itu perlu diupayakan. Tapi kali ini kisahnya akan sedikit menyedihkan. Karena kini saya mencari teman yang telah hilang, entah karena saya yang meninggalkan atau dia yang meninggalkan. Tapi jika betul yang kedua, maka itu berarti ada sebagian dari diri saya yang juga hilang dibawanya. Hanya sepotong, tapi meninggalkan ruang kosong.
