Ia terlihat paling menarik saat menangis
Pipi nya yang merah marah
Mampu memecahkan air mata, hingga jatuh, dan sesekali terisak
Namun bibir nya tetap terkatup
Menahan kata, kadang murka
Supaya tidak menambah luka, katanya
Sampai kamu rela berjanji untuk membela perasaan-perasaannya
Ia juga dapat terlihat menggemaskan meski dengan kedewasaan
Seperti anak-anak yang baru menemukan harta karunnya
Mata hitamnya berkilauan seperti kristal yang dihujani sinar
Senyumnya terekah,
Menahan malu karena puji dan rayu yang begitu menyenangkan
Saat itu,
Kamu pasti ingin melihatnya lekat-lekat
Dekat-dekat
Seorang diri
Untuk mu sendiri
Di lain waktu, kamu mungkin mendapatinya begitu mempesona tanpa tandingan
Matanya yang tajam tapi menenangkan tampak begitu meyakinkan
Siapapun pasti akan luluh
Sebab keseriusannya selalu utuh
Sehingga kamu selalu punya keberanian untuk menghadapi dunia yang angkuh
