
Mémoire
-
Entah seberapa lama lagi kamu kan pergi dan kembali. Ku janjikan, aku masih di sini. Tempat yang sama, nomor yang sama, rasa yang sama. Jika suatu hari, dalam pengembaraanmu kau dapati pesan ini, kembalilah, kau tahu kemana harus berlari Aku disini, dan kau tak terganti
-
Coba kemari sejenak Tidakkah kau lihat bagaimana Hitam tubuhnya Tajam sorot matanya Gagah kepaknya Nyaring pekiknya Telah membebaskannya dari segala prasangka dan pengharapan Kalaupun ada yang mesti mengikatnya Hanyalah hati dan takdir yang mesti dipatuhinya Adalah amanat langit, Mejadi pemimpin atas bumi yang terpijak
-
Aku menang Harusnya aku senang Dan merasa tenang Tapi mengapa semua itu hilang Dan hanya ada rasa bersalah
-
Pagi itu aku berjalan dengan terburu – buru. Lima menit lagi bus tujuan ku ke tanah baru akan tiba. Aku berjalan dengan sedikit berlari, sambil berkali – kali melihat arloji di pergelangan tanganku, apakah aku dapat mengalahkan waktu untuk tiba di halte bus itu? Aku hampir tiba. Halte bus sudah tampak di depan mata, tetapi…
-
Teruslah berjalan nak. Selagi itu membawamu menuju kekekalan. Sungguh tidak ada ruang yang dapat membatasimu, juga waktu untuk menghentikanmu. Jangan berhenti nak, sampai kau berada dalam kekekalan itu sendiri. Teruslah berjalan nak. Ruang dan waktu akan selalu terkembang menyambut kehadiranmu. Dimensi yang berganti, bukan berarti perjalananmu terhenti. Sampai kau di dalam kekekalan nak. Sampai waktu…
