
Mémoire
-
Anak Semua Bangsa merupakan buku kedua dari tetralogi roman Pramoedya Ananta Toer. Melalui tokoh Minke, pembaca akan dibawa untuk menyelami sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan yaitu cerita fiksi. Dengan latar belakang kisah abad 18, kita dibawa untuk melihat bagaimana keagungan dan ketakberdayaan suatu bangsa. Melalui kehilangan dan kekecewaan, Minke mengantarkan kita pada fakta sejarah…
-
Apa yang lebih menyakitkan dari sebuah batas? Bahwa kita saling mendengar, saling melihat, saling merasa. Tapi tak terjangkau. Karena ada dinding pembatas yang terbentang antara aku dan kamu. kita dan mereka. aku dan dia. Seolah menyisakan harapan. Sedangkan jarak, hanya menyisakan rindu yang bisa habis oleh waktu. Tapi tidak untuk harapan yang justru kan semakin…
-
Pagi itu ponselnya berdering, tanda sebuah panggilan masuk. Lalu dilihatnya lah nama pada layar ponsel nya itu, ‘Sun’. Seketika nafas nya terhenti, bibirnya sedikit tersenyum, pipinya memerah. Dihitungnya sampai 3, baru kemudian diangkatnya telefon itu. Begini isi percakapannya : Apa kabar? Masih hujan. Entah sampai kapan. Aku mau pergi. Kamu? Sama. Hujan terus sejak kau…
-
entah berapa lama aku harus menunggu. menghitung setiap lembar daun yang jatuh, atau banyaknya kendaraan yang melintas, atau jumlah pengunjung yang silih berganti memasuki tempat ini. entah mengapa aku terus menunggu. berharap kau kan hadir, dari balik pepohonan yang sedari tadi kuhitung daunnya, dari dalam kendaraan yang sempat terhitung saat kau melintas, atau dari balik…
-
siapa sangka. bahwa idealisme itu tidak ada gunanya ketika dihadapkan pada ancaman – ancaman manusia kosong yang menghakimi atas nama tuhan. bahwa harga diri itu begitu murahnya untuk ditukar dengan puluhan juta uang yang pasti kan habis. padahal kehormatan yang diberikan itu, jelas tidak akan pernah kembali. teriakan ‘hidup mahasiswa, hidup rakyat indonesia’ yang baru…
