
Mémoire
-
hanya satu-dua orang yang terlihat berjalan menuju ke rumah itu. dengan sarung tersampir di pundak dan tangan bergelangkan tasbih, menyusuri gelapnya jalan, dengan wajah sedikit cemas mereka bergegas. “Tanda – tanda itu terlihat jelas pada hari ini. langit yang cerah. udara yang sejuk. suasana yang sepi lagi syahdu.” ujar seorang bapak tua kepada pemuda 20-an…
-
cintaku telah lebih dulu jatuh. pada kata yang belum sempat kau ucapkan sejak pertama kali kita berpapasan. dan sesuatu telah hilang dari diriku. sadar dan kalimatku, seketika menjelma menjadi doa yang selalu aku gumamkan dengan penuh harap. sejak hari itu, aku tidak pernah lagi menemukan pagiku. setiap waktuku kini terasa seperti malam. karena hanya ada…
-
Sepotong pizza yang kau pesan malam itu, mengantarkanku pada pertemuan dengan dia yang namanya kadang kesebut dengan kebencian.
-
hujan semakin sering turun. dan juni menjadi semakin basah. kisah – kisah pun semakin banyak di tuliskan.
-
‘priiiiiiiittttt’ seorang petugas stasiun meniup peluitnya. pertanda kereta siap untuk diberangkatkan. satu dua penumpang masih sibuk menata tas dan posisi duduk dengan napas tersengal – sengal karena berlarian mengejar kereta tadi. sisanya, ada yang tertidur, membaca buku, atau menatap kosong keluar jendela kereta yang sudah meninggalkan jauh stasiun. dan hanya sedikit dari mereka yang berbicara.…
