
Mémoire
-
Sepotong pizza yang kau pesan malam itu, mengantarkanku pada pertemuan dengan dia yang namanya kadang kesebut dengan kebencian.
-
hujan semakin sering turun. dan juni menjadi semakin basah. kisah – kisah pun semakin banyak di tuliskan.
-
‘priiiiiiiittttt’ seorang petugas stasiun meniup peluitnya. pertanda kereta siap untuk diberangkatkan. satu dua penumpang masih sibuk menata tas dan posisi duduk dengan napas tersengal – sengal karena berlarian mengejar kereta tadi. sisanya, ada yang tertidur, membaca buku, atau menatap kosong keluar jendela kereta yang sudah meninggalkan jauh stasiun. dan hanya sedikit dari mereka yang berbicara.…
-
dulu, kata semangat tidaklah ada artinya baginya. hanya semacam kata – kata normatif yang diucapkan sebagai harapan atau kekecewaan. tapi tidak untuk hari – hari ini. kata semangat itu, kini benar – benar berhasil menghancurkan prasangkanya dulu. ketika tidak ada lagi dalam dirinya yang bisa menguatkan, maka semangat dan berani adalah kesatuan yang sempurna untuk…
-
Langit baru saja mengabarkan. Tentang seorang perempuan yang patah hati nya. Bibir nya memang tersenyum, mata nya pun terlihat bersinar, tetapi hati nya patah. Terinjak kawan yang sedari tadi duduk bersamanya di kedai itu. Dan benar saja, satu jam kemudian, setelah mereka akhirnya membungkus segala percakapan malam itu, gadis itu menulis sesuatu pada buku hariannya.…
