Mémoire


  • Rintik Pertama

    hari Kamis, tanggal Satu, bulan Sebelas, tahun Dua Ribu Delapan Belas pukul Satu lewat Sebelas dinihari inilah rintik pertama hujan musim ini yang terjatuh, mengaduh, terpecah menyatu dengan sisa – sisa aspal yang menguap terbakar seharian tadi lalu bersatu, bercampur, tercipta petrikor yang amat dirindu penduduk kota sejak dua bulan lamanya di pinggiran toko, gadis…


  • Salah

    Maaf, karena telah kuletakkan hatiku di antara kata, tawa, senyum, dan amarah kita. Dan aku selalu menyebut-nyebut namamu dalam lisanku yang kaku. Berkali – kali. Sehingga aku terlihat seperti orang yang paling tahu dan membutuhkanmu.


  • Hanya Kamu

    Apa mimpimu? Sesuatu. Tapi aku gabisa mewujudkannya sendiri. Kenapa? Karena mimpi itu kudapatkan dari orang lain. Jadi kamu mencurinya? Tidak sepenuhnya. Karena itu juga mimpiku sejak lama. Apa? Menjadi yang terpenting baginya. Membantu mewujudkan mimpinya. Dia tahu? Baru saja aku memberi tahunya. …. Lalu kupercepat langkahku hingga ku berjalan 2 langkah di depannya. Sedang ia…


  • Terjebak

    Dan inilah aku. yang terjebak dalam kisah dan kepura-puraan bersama mu. tapi  mungkin inilah yang kau inginkan: bermain sandiwara, dan menjadikan kau pahlawannya. baiklah, mari kita lakukan pertunjukkan itu. tapi sebelumnya, biar kuberitahu kau satu rahasia: bagiku, sandiwara ini adalah hal mudah. karena kutahu, ada banyak hati yang perlu kujaga supaya selalu membara dalam perjalanan…


  • Tak Sejalan

    Saat logika berjalan tidak sesuai keinginan, kemanakah harus dicari pembenaran itu? Saat hati berkata aku ingin tapi otak berteriak apakah bisa, bagaimanakah diri ini seharusnya bertindak? Inilah dilema banyak anak manusia. Yang selalu kesulitan dalam mengambil keputusan. Berharap yang terbaik, tapi tanpa sedikitpun keyakinan bahwa ini baik. Lalu persoalan bertambah rumit dengan kepantasan diri. Hingga…